BLOGER CIAMIS

Mang Shany memang sudah lama ngeblog. Saya berkunjung ke markasnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani (depan Hotel Budi Family) Ciamis.

Kurang lebih 1,5 jam saya ngobrol soal blog dan prospek bisnis internet ke depan.

Dari obrolan itu tercetus niat ingin mengumpulkan para blogger Ciamis. Maksudnya  ingin ada semacam wadah untuk menjalin silaturahmi secara ofline. Blogger Ciamis nantinya ingin seperti komunitas bloger Yogyakarta atau yang punya cahandong.org Komunitas ini memang dinobatkan sebagai komunitas bloger terbaik pada pesta bloger di Jakarta.

Niat membentuk komunitas bloger Ciamis itu berangkat dari jumlah pengguna internet di  kota yang masih sepi dibandingkan dengan Kota Tasikmalaya ini meningkat drastis. Mereka adalah sebagian besar adalah para pelajar dan mahasiswa. Saya tak tahu persis jumlahnya berapa.

Menurut Mang Shany  memang tidak semua pengguna internet  punya blog, kebanyakan mereka menikmati jejaring sosial semacam frienster atau fesbuk. Apakah mereka masuk  blogger atau tidak? saya tak mempermasalahkannya. Yang penting anggota Komunitas Bloger Ciamis nanti adalah orang yang suka browsing di internet. Kalau sudah masuk komunitas diharapkan bisa bikin blog. Yang penting terbentuk dulu wadahnya.

Diharapkan komunitas Blog ini  bisa menjadi ajang komunikasi, silaturahmi, dan penyebaran informasi dari, oleh, dan untuk para bloger. Semoga

Hari Pers Nasional dan Kesejahteraan Wartawan

1-2Perdebatan panjang soal kesejahteraan wartawan belum kunjung usai. Para pewarta (wartawan/jurnalis) nasibnya ternyata belum sebaik dibandingkan dengan tugas berat yang mesti dijalaninya sehari-hari. Wartawan masih saja kere, meskipun tak semuanya.
Kenyataanya, para wartawan sendiri belum memiliki ketentuan gaji dan upah atau kesejahteraan minimal yang harus mereka terima dari tempat kerjanya, seperti halnya rekan-rekan buruh itu.
Namun wartawan ngak mau disebtu buruh, namun buktinya wartawan masih seringkali bergantung pada kebaikan manajemen perusahaan masing-masing. Karena kesejahteraan yang minim itulah beberapa wartawan terpaksa nyambil atau membuka usaha sampingan. Sepanjang tak berhubungan dengan profesinya itu sah-sah saja. Misalnya membuka warung makan, bengkel, loundry dll.
Kalau menjadi pemborong bagaimana? Soal itu menurut hemat saya sangat rentan. Maksudnya kalau jadi pemborong atau broker pemborong pasti agak berhubungan dengan profesi. Artinya si pimpro itu akan ngasih proyek karena melihat kita sebagai wartawannya.
Benarkah para wartawan di Jabar dan daerah lain umumnya belum memperoleh penghasilan yang memadai untuk kehidupannya sehari-hari?. Kalau dikategorikan penghasilan wartawan di Jabar dapat dibagi dalam beberapa skala, di antaranya: Skala tinggi, bagi koresponden media massa cetak/TV nasional; Skala sedang untuk wartawan media harian dan radio mainstream lokal; dan Skala rendah bagi wartawan media mingguan dan koresponden media nasional yang belum eksis atau kurang aktif menulis (karena penghasilan dinilai dari produktivitas menulisnya).
Berikuti ini daftar Gaji wartawan dari survey Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) tahun 2006. Kalau dianalisis barangkali ini gaji seorang karyawan tetap per bulan yang sudah bekerja setidaknya satu tahun lebih..
Tempo Rp 2,250 juta
Kontan Rp 2,3 juta
Kompas Rp 3,260 juta
Media Indonesia Rp 2,2 juta
Bisnis Indonesia Rp 4 juta
Republika Rp 2,2 juta
Berita Kota Rp 1,2 juta
Smart FM Rp 1,350 juta
VHR Rp 1,5 juta
KBR 68H Rp 3,2 juta
Trans TV Rp 1,7 juta
RCTI Rp 2,5 juta
SCTV Rp 2,150 juta
Metro TV Rp 2,8 juta
Indosiar Rp 2 juta
El Shinta TV Rp 1,7 juta
serta Detik Rp 2,4 juta”.

Nilai itu masih kurang bila dibandingkan dengan kebutuhan sekarang. Dilematis, Ironis dan berkumis. Tulisan ini dibuat tepat pada HPN tahun 2009

BERJIBAKU BIKIN WEB PORTAL

Kemajuan teknologi dan informasi sunewsportal1dah tak bisa ditawar lagi. Masyarakat sekarang sudah melek informasi. Agar bisa mengikuti kemajuan itu saya tertarik untuk belajar secara otodidak membuat website. ya Otodidak, karena tak ada guru dan tak berniat berguru.
Saya tertarik membuat website berita atau Portal berita. Karena dari nol, saya harus bekerja keras googling, tanya kepada forum dan beli CD Tutorial. Terkadang selepas deadline saya harus begadang sampai subuh dengan perut keroncongan.
Saya pilih web berbasis Joomla. Kenapa karena Joomla banyak digunakan orang. Menurut petujung Mang Google (biasa saya menyebutnya) Template yang bagus untuk Portal berita adalah JA Teline II, News Portal dan Tribune… apa llah lupa lagi. Template itu ternyata ngak gratis. Tapi saya tak putus asa akhirnya JA Teline saya dapat yang open sourcenya. Seminggu belajar JA Teline tapi susah juga. Web jadi acak-acakan.
Setelah itu saya googling lagi dan menemukan template News Portal dari Gavick.com. Template itu tak gratis, tapi aku dapat juga dari temen. (Segala juga harus pakai duit kalau mau bagus mah)
Oke setelah saya dapat dua template itu saya jatuh hati ke News Portal. Karena kita bisa menaruh modul Gavick News Slider. (atau berita yang bisa gonta-ganti.)
Lantas mana webnya, sebentar belum bisa diakses karena memang saya belum beli domainnya, dan hostingnya. Bagi rekan-rekan yang mau membantu proyek saya ini membuat portal berita saya sangat senang hati. Sekarang saya baru sadar ternyata belajar bikin web yang bagus tak cukup dengan belajar otodidak.

Konversi Gas Diwarnai Pungutan

Konversi Gas Diwarnai Pungutan

Yah inilah Gas Gratis

Yah inilah Gas Gratis

BANJAR-Pelaksanaan konversi minyak tanah (mitan) ke gas elpiji di Kota Banjar diwarnai pungutan liar (pungli). Besarnya pungli bagi setiap penerima tabung gas berikut kompornya mencapai Rp6.000.
Informasi yang dihimpun Radar kemarin, konversi mitan dilakukan di Kecamatan Langensari. Di Kecamatan itu pembagian paket tabung gas berukuran 3 kg bersama kompor gas dikeluhkan warga.
Beberapa warga mengaku harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan kartu keluarga (KK) yang merupakan syarat untuk bisa mendapatkan paket tabung gas. Warga yang sudah mempunyai KK juga tetap diharuskan membayar beberapa saat sebelum pembagian tabung gas. Read more »

Lapas Ciamis Bebas HIV/AIDS

CIAMIS-Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis Wahidin mengemukakan bahwa Lembaga Pemasyarakatannya bebas HIV/AIDs. Sebab tak satu pun para tahanannya yang mengidap virus tersebut.

“Ini berdasarkan hasil zero survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Ciamis beberapa bulan lalu. Dari 302 tahanan yang ada, tak seorangpun yang mengidap HIV/AIDS. Bahkan untuk memastikannya, Dinkes akan mengulang surveinya itu,” ujarnya kemarin.

Read more »

Warga Resah Minah Menghilang

1-minahTASIK—Pascapenarikan minyak tanah (minah) di Kota Tasikmalaya membuat sebagian warga mulai resah. Mereka belum siap dengan penarikan minah tersebut. Sebab hingga kini, penggantinya gas bersubsidi belum semuanya didapat warga. Akibatnya, banyak warga beralih menggunakan bahan bakar.
“Minyak tanah mulai susah. Kompor gas konversi juga belum ada. Untuk sementara, saya pakai kayu bakar saja buat masak. Beli satu gerobak kayu bakar seharga Rp10 ribu. Biasanya seminggu kayu bakar habis,” ungkap Lani, salah seorang warga Sambongjaya Kecamatan Mangkubumi kepada kepada Radar. Read more »

Dicaci Maki Pejabat

KISAH ini sudah terjadi setahun lalu. Namun masih melekat dalam ingatanku. Sampai sekarang pun pejabat yang mencaci maki itu masih ingat kejadian itu. Tapi sekarang pejabat tersebut sudah pensiun.

Ceritanya sebenarnya soal berita. Berita yang bikin kuping panas pejabat tersebut. Orang menganggap menulis berita  dimarahi narasumber hal biasa. Tapi yang ini cukup tidak mengenakan. Karena sudah melecehkan profesi sekaligus harga diri.

Read more »

Leo Batubara dan Kebebasan Pers

foto0182Saya  berkesempatan ngobrol dengan  Wakil Ketua Dewan Pers, Leo Batubara di sela-sela workshop privatissi BUMN yang digelar Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) di hotel Bidakara Jalan Gatot Subroto, Jakarta 30 November 2008.
Bang Leo meski usianya sudah tak muda lagi tapi masih tetap bersemangat berbicara pers dan perkembangannya. Lelaki asal Sumatera ini begitu geram ketika melihat penindasan terhadap wartawan. Dia gundah saat mendapat laporan bahwa salah seorang wartawan di Papua diintimidasi polisi gara-gara meliput pengibaran bendera Bintang Kejora. Dia juga sangat marah melihat maraknya wartawan bodrex yang memeras pejabat. Bang Leo juga prihatin dengan tayangan televisi yang kurang bermutu.
Dia mengatakan bahwa polisi dapat mempidanakan pers bila membuat berita yang bersifat pemerasan, menghina agama atau pornografi tapi kalau hanya sekedar mencemarkan nama baik polisi harus memakai UU Pers bukan KUHP. Selanjutnya bila berita atau karya jurnalistik dinilai merugikan, dapat dilakukan melalui hak jawab.
Bila medianya menolak melayani hak jawab, dipidana paling banyak Rp500 juta dan berita yang mencemarkan nama baik seperti berita yang tidak menghormati asas praduga tidak bersalah, dapat dipidana denda paling banyak Rp500 juta
Menurut Leo, wartawan tidak dapat dipidanakan begitu saja dengan menggunakan undang-undang pidana. Bila penegak hukum terus-terusan mengesampingkan UU Pers dan meng-KUHP-kan berita karya jurnalistik untuk kepentingan umum, itu dapat melumpuhkan dan membunuh fungsi kontrol pers,” tegasnya.
Dan masih banyak lagi, ya memang jerat untuk pers sekarang makin memberatkan saja. Menjalani profesi wartawan harus siap menantang resiko itu. Satu sisi kesejahteraan wartawan terus menjadi perdebatan sisi lain “musuh” wartawan makin bertambah. Dilematis.

GUS DUR

Artikel ini saya dapatkan di sebuah blog. Ditulis oleh Dahlan Iskan, big bosnya Jawa Pos Group. Karena bagus, saya posting di blog ini. Mungkin tulisan ini sudah lama, tapi tetap menarik dicermati. Mari tertawa disaat keadaan serba sulit. Mumpung masih gratis…

Read more »

Ngeblog di WordPress

Sebenarnya perkenalanku dengan wordpress sudah lama. Pernah tiga kali bikin blog tapi paswordnya lupa. Biasanya aku biasa posting  di www.jurnalistulen.multiply.com. Tapi melihat perkembangan wordpres ternyata lebih mudah dan banyak penggemarnya. Setelah baca sana-sini  keinginan ku untuk memiliki blog di wordpress akhirnya jadi juga.

Jadi blog ini tentang apa. Mungkin lebih cocok disebut sebagai tong sampah. Tempat saya mencurahkan unek-unek, pikiran dan cerita. Ada juga catatan peristiwa yang terjadi di Priangan Timur yang dimuat Harian Radar Tasikmalaya