<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dadang A.R</title>
	<atom:link href="http://dadangar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dadangar.wordpress.com</link>
	<description>Berusaha Hidup Lebih Baik</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Mar 2009 20:59:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dadangar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dadang A.R</title>
		<link>http://dadangar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dadangar.wordpress.com/osd.xml" title="Dadang A.R" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dadangar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BLOGER CIAMIS</title>
		<link>http://dadangar.wordpress.com/2009/03/10/bloger-ciamis/</link>
		<comments>http://dadangar.wordpress.com/2009/03/10/bloger-ciamis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 20:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadangar</dc:creator>
				<category><![CDATA[CATATAN HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadangar.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Mang Shany memang sudah lama ngeblog. Saya berkunjung ke markasnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani (depan Hotel Budi Family) Ciamis. Kurang lebih 1,5 jam saya ngobrol soal blog dan prospek bisnis internet ke depan. Dari obrolan itu tercetus niat ingin mengumpulkan para blogger Ciamis. Maksudnya  ingin ada semacam wadah untuk menjalin silaturahmi secara ofline. Blogger [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=55&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Mang Shany memang sudah lama ngeblog. Saya berkunjung ke markasnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani (depan Hotel Budi Family) Ciamis.</p>
<p style="text-align:left;">Kurang lebih 1,5 jam saya ngobrol soal blog dan prospek bisnis internet ke depan.</p>
<p style="text-align:left;">Dari obrolan itu tercetus niat ingin mengumpulkan para blogger Ciamis. Maksudnya  ingin ada semacam wadah untuk menjalin silaturahmi secara ofline. Blogger Ciamis nantinya ingin seperti komunitas bloger Yogyakarta atau yang punya cahandong.org Komunitas ini memang dinobatkan sebagai komunitas bloger terbaik pada pesta bloger di Jakarta.</p>
<p style="text-align:left;">Niat membentuk komunitas bloger Ciamis itu berangkat dari jumlah pengguna internet di  kota yang masih sepi dibandingkan dengan Kota Tasikmalaya ini meningkat drastis. Mereka adalah sebagian besar adalah para pelajar dan mahasiswa. Saya tak tahu persis jumlahnya berapa.</p>
<p style="text-align:left;">Menurut Mang Shany  memang tidak semua pengguna internet  punya blog, kebanyakan mereka menikmati jejaring sosial semacam frienster atau fesbuk. Apakah mereka masuk  blogger atau tidak? saya tak mempermasalahkannya. Yang penting anggota Komunitas Bloger Ciamis nanti adalah orang yang suka browsing di internet. Kalau sudah masuk komunitas diharapkan bisa bikin blog. Yang penting terbentuk dulu wadahnya.</p>
<p style="text-align:left;">Diharapkan komunitas Blog ini  bisa menjadi ajang komunikasi, silaturahmi, dan penyebaran informasi dari, oleh, dan untuk para bloger. Semoga</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dadangar.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dadangar.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dadangar.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dadangar.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dadangar.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dadangar.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dadangar.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dadangar.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dadangar.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dadangar.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dadangar.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dadangar.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dadangar.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dadangar.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=55&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadangar.wordpress.com/2009/03/10/bloger-ciamis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc77258af6fe5633b8436397ef19dda?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dadangar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Pers Nasional dan Kesejahteraan Wartawan</title>
		<link>http://dadangar.wordpress.com/2009/02/09/hari-pers-nasional-dan-kesejahteraan-wartawan/</link>
		<comments>http://dadangar.wordpress.com/2009/02/09/hari-pers-nasional-dan-kesejahteraan-wartawan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 10:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadangar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadangar.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Perdebatan panjang soal kesejahteraan wartawan belum kunjung usai. Para pewarta (wartawan/jurnalis) nasibnya ternyata belum sebaik dibandingkan dengan tugas berat yang mesti dijalaninya sehari-hari. Wartawan masih saja kere, meskipun tak semuanya. Kenyataanya, para wartawan sendiri belum memiliki ketentuan gaji dan upah atau kesejahteraan minimal yang harus mereka terima dari tempat kerjanya, seperti halnya rekan-rekan buruh itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=52&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-53" title="1-2" src="http://dadangar.files.wordpress.com/2009/02/1-2.jpg?w=468" alt="1-2"   />Perdebatan panjang soal kesejahteraan wartawan belum kunjung usai. Para pewarta (wartawan/jurnalis) nasibnya ternyata belum sebaik dibandingkan dengan tugas berat yang mesti dijalaninya sehari-hari. Wartawan masih saja kere, meskipun tak semuanya.<br />
Kenyataanya, para wartawan sendiri belum memiliki ketentuan gaji dan upah atau kesejahteraan minimal yang harus mereka terima dari tempat kerjanya, seperti halnya rekan-rekan buruh itu.<br />
Namun wartawan ngak mau disebtu buruh, namun buktinya wartawan masih seringkali bergantung pada kebaikan manajemen perusahaan masing-masing. Karena kesejahteraan yang minim itulah beberapa wartawan terpaksa nyambil atau membuka usaha sampingan. Sepanjang tak berhubungan dengan profesinya itu sah-sah saja. Misalnya membuka warung makan, bengkel, loundry dll.<br />
Kalau menjadi pemborong bagaimana? Soal itu menurut hemat saya sangat rentan. Maksudnya kalau jadi pemborong atau broker pemborong pasti agak berhubungan dengan profesi. Artinya si pimpro itu akan ngasih proyek karena melihat kita sebagai wartawannya.<br />
Benarkah para wartawan di Jabar dan daerah lain umumnya belum memperoleh penghasilan yang memadai untuk kehidupannya sehari-hari?. Kalau dikategorikan penghasilan wartawan di Jabar dapat dibagi dalam beberapa skala, di antaranya: Skala tinggi, bagi koresponden media massa cetak/TV nasional; Skala sedang untuk wartawan media harian dan radio mainstream lokal; dan Skala rendah bagi wartawan media mingguan dan koresponden media nasional yang belum eksis atau kurang aktif menulis (karena penghasilan dinilai dari produktivitas menulisnya).<br />
Berikuti ini daftar Gaji wartawan dari survey Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) tahun 2006. Kalau dianalisis barangkali ini gaji seorang karyawan tetap per bulan yang sudah bekerja setidaknya satu tahun lebih..<br />
Tempo Rp 2,250 juta<br />
Kontan Rp 2,3 juta<br />
Kompas Rp 3,260 juta<br />
Media Indonesia Rp 2,2 juta<br />
Bisnis Indonesia Rp 4 juta<br />
Republika Rp 2,2 juta<br />
Berita Kota Rp 1,2 juta<br />
Smart FM Rp 1,350 juta<br />
VHR Rp 1,5 juta<br />
KBR 68H Rp 3,2 juta<br />
Trans TV Rp 1,7 juta<br />
RCTI Rp 2,5 juta<br />
SCTV Rp 2,150 juta<br />
Metro TV Rp 2,8 juta<br />
Indosiar Rp 2 juta<br />
El Shinta TV Rp 1,7 juta<br />
serta Detik Rp 2,4 juta”.</p>
<p>Nilai itu masih kurang bila dibandingkan dengan kebutuhan sekarang. Dilematis, Ironis dan berkumis. Tulisan ini dibuat tepat pada HPN tahun 2009</p>
<p><img src="/DOCUME~1/Dar-RED/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /><img src="/DOCUME~1/Dar-RED/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dadangar.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dadangar.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dadangar.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dadangar.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dadangar.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dadangar.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dadangar.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dadangar.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dadangar.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dadangar.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dadangar.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dadangar.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dadangar.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dadangar.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=52&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadangar.wordpress.com/2009/02/09/hari-pers-nasional-dan-kesejahteraan-wartawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc77258af6fe5633b8436397ef19dda?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dadangar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dadangar.files.wordpress.com/2009/02/1-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERJIBAKU BIKIN WEB PORTAL</title>
		<link>http://dadangar.wordpress.com/2009/02/02/berjibaku-bikin-web-portal/</link>
		<comments>http://dadangar.wordpress.com/2009/02/02/berjibaku-bikin-web-portal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 21:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadangar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadangar.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Kemajuan teknologi dan informasi sudah tak bisa ditawar lagi. Masyarakat sekarang sudah melek informasi. Agar bisa mengikuti kemajuan itu saya tertarik untuk belajar secara otodidak membuat website. ya Otodidak, karena tak ada guru dan tak berniat berguru. Saya tertarik membuat website berita atau Portal berita. Karena dari nol, saya harus bekerja keras googling, tanya kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=46&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemajuan teknologi dan informasi su<img class="alignleft size-full wp-image-48" title="newsportal1" src="http://dadangar.files.wordpress.com/2009/02/newsportal1.jpg?w=468" alt="newsportal1"   />dah tak bisa ditawar lagi. Masyarakat sekarang sudah melek informasi. Agar bisa mengikuti kemajuan itu saya  tertarik untuk belajar secara otodidak membuat website. ya Otodidak, karena tak ada guru dan tak berniat berguru.<br />
Saya tertarik membuat website berita atau Portal berita. Karena dari nol, saya harus bekerja keras googling, tanya kepada forum dan beli CD Tutorial. Terkadang selepas deadline saya harus begadang sampai subuh dengan perut keroncongan.<br />
Saya pilih web berbasis Joomla. Kenapa karena Joomla banyak digunakan orang. Menurut petujung Mang Google (biasa saya menyebutnya) Template yang bagus untuk Portal berita adalah JA Teline II, News Portal dan Tribune&#8230; apa llah lupa lagi. Template itu ternyata ngak gratis. Tapi saya tak putus asa akhirnya JA Teline saya dapat yang open sourcenya. Seminggu belajar JA Teline tapi susah juga. Web jadi acak-acakan.<br />
Setelah itu saya googling lagi dan menemukan template News Portal dari Gavick.com. Template itu tak gratis, tapi aku dapat juga dari temen.  (Segala juga harus pakai duit kalau mau bagus mah)<br />
Oke setelah saya dapat dua template itu saya jatuh hati ke News Portal. Karena kita bisa menaruh modul Gavick News Slider. (atau berita yang bisa gonta-ganti.)<br />
Lantas mana webnya, sebentar belum bisa diakses karena memang saya belum beli domainnya, dan hostingnya. Bagi rekan-rekan yang mau membantu proyek saya ini membuat portal berita saya sangat senang hati. Sekarang saya baru sadar ternyata belajar bikin web yang bagus tak cukup dengan belajar otodidak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dadangar.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dadangar.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dadangar.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dadangar.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dadangar.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dadangar.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dadangar.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dadangar.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dadangar.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dadangar.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dadangar.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dadangar.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dadangar.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dadangar.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=46&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadangar.wordpress.com/2009/02/02/berjibaku-bikin-web-portal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc77258af6fe5633b8436397ef19dda?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dadangar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dadangar.files.wordpress.com/2009/02/newsportal1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">newsportal1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konversi Gas Diwarnai Pungutan</title>
		<link>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/konversi-gas-diwarnai-pungutan/</link>
		<comments>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/konversi-gas-diwarnai-pungutan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 17:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadangar</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA PRIATIM]]></category>
		<category><![CDATA[BANJAR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadangar.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Konversi Gas Diwarnai Pungutan BANJAR-Pelaksanaan konversi minyak tanah (mitan) ke gas elpiji di Kota Banjar diwarnai pungutan liar (pungli). Besarnya pungli bagi setiap penerima tabung gas berikut kompornya mencapai Rp6.000. Informasi yang dihimpun Radar kemarin, konversi mitan dilakukan di Kecamatan Langensari. Di Kecamatan itu pembagian paket tabung gas berukuran 3 kg bersama kompor gas dikeluhkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=41&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konversi Gas Diwarnai Pungutan<br />
 <div id="attachment_44" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img src="http://dadangar.files.wordpress.com/2008/12/1-gas.jpg?w=468" alt="Yah inilah Gas Gratis" title="1-gas"   class="size-full wp-image-44" /><p class="wp-caption-text">Yah inilah Gas Gratis</p></div>BANJAR-Pelaksanaan konversi minyak tanah (mitan) ke gas elpiji di Kota Banjar diwarnai pungutan liar (pungli). Besarnya pungli bagi setiap penerima tabung gas berikut kompornya mencapai Rp6.000.<br />
Informasi yang dihimpun Radar kemarin, konversi mitan dilakukan di Kecamatan Langensari. Di Kecamatan itu  pembagian paket tabung gas berukuran 3 kg bersama kompor gas dikeluhkan warga.<br />
Beberapa warga mengaku harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan kartu keluarga (KK) yang merupakan syarat untuk bisa mendapatkan paket tabung gas. Warga yang sudah mempunyai KK juga tetap diharuskan membayar beberapa saat sebelum pembagian tabung gas.<span id="more-41"></span><br />
Menurut Sri Wahyuni, ibu rumah tangga warga Kujangsari Kecamatan Langensari harus membayar Rp6000 untuk mendapatkan jatah gas.<br />
&#8220;Ketika saya didata mendapatkan kompor gas, saya diharuskan membayar iuran. Uang itu untuk ongkos,” katanya.<br />
Kasus serupa juga menimpa Tumiyati warga Desa Rejasari, hanya saja dia enggan menyebut orang yang menariknya. “Saya takut nanti tak dapat jatah,” katanya.<br />
Pengakuan warga uang sebesar itu ditarik ketika pendataan penerima tabung gas di desa sebulan lalu.<br />
Dari informasi yang dikumpulkan Radar, baik yang mempunyai KK lama maupun baru, ditarik pungutan sebelum pembagian tabung gas.<br />
Konsultan Konversi Gas Pranata UI yang ditunjuk Pertamina menyalurkan has untuk Kota Banjar Asep Nurdin membenarkan soal itu. Namun dia menolak pungutan dari masyarakat tersebut sebagai pungutan liar (pungli).<br />
“Memang ada iuran dari masyarakat, tapi itu kan berdasarkan kesepakatan antara konsultan kecamatan dengan aparat desa setempat,” katanya kepada Radar kemarin.<br />
Dijelaskan uang tersebut digunakan untuk transportasi dari distributor ke desa dan transportasi para RT dan RW yang menyalurkan gas ke masyarakat.<br />
“Sebenarnya saya sudah menegur konsultan kecamatan, tapi karena dalihnya atas dasar kesepekatan saya tak bisa berbuat apa-apa,” katanya. (dar/uda)  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dadangar.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dadangar.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dadangar.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dadangar.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dadangar.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dadangar.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dadangar.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dadangar.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dadangar.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dadangar.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dadangar.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dadangar.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dadangar.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dadangar.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=41&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/konversi-gas-diwarnai-pungutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc77258af6fe5633b8436397ef19dda?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dadangar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dadangar.files.wordpress.com/2008/12/1-gas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1-gas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lapas Ciamis Bebas HIV/AIDS</title>
		<link>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/lapas-ciamis-bebas-hivaids/</link>
		<comments>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/lapas-ciamis-bebas-hivaids/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 17:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadangar</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA PRIATIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadangar.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[CIAMIS-Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis Wahidin mengemukakan bahwa Lembaga Pemasyarakatannya bebas HIV/AIDs. Sebab tak satu pun para tahanannya yang mengidap virus tersebut. “Ini berdasarkan hasil zero survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Ciamis beberapa bulan lalu. Dari 302 tahanan yang ada, tak seorangpun yang mengidap HIV/AIDS. Bahkan untuk memastikannya, Dinkes akan mengulang surveinya itu,” ujarnya kemarin. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=35&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CIAMIS-Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis Wahidin mengemukakan bahwa Lembaga Pemasyarakatannya bebas HIV/AIDs. Sebab tak satu pun para tahanannya yang mengidap virus tersebut.</p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">“Ini berdasarkan hasil zero survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Ciamis beberapa bulan lalu. Dari 302 tahanan yang ada, tak seorangpun yang mengidap HIV/AIDS. Bahkan untuk memastikannya, Dinkes akan mengulang surveinya itu,” ujarnya kemarin.</p>
<p><span id="more-35"></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">Dia mengaku, di LP-nya banyak tahanan dengan kasus narkoba. Namun hasil penelitian, mereka itu tidak terlibat dalam aksi konsumsi narkoba jenis putau.</p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">“Memang penyakit ini sangat rentan terhadap para tahanan. Karena ada <em>back ground</em> bahwa penyebab masuknya mereka itu karena menggunakan narkoba. Hanya saja para pengguna narkoba itu bukan dari jenis shabu-shabu yang akrab dengan jarum suntik. Tapi narkoba jenis ganja,” paparnya.</p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">Bila pun ada tahanan yang terkena HIV/AIDS, timpal dia, akan mudah dideteksinya. “Saat bertugas di Lapas Cipinang saya sering bergelut dengan para pengidap penyakit ini. Makanya saya pasti akan bisa mendeteksinya jika di sini ada yang mengidapnya,” ujarnya.</p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">Pihak Lapas, kata Wahidin, selalu sigap bila ada tahanan yang membutuhkan kesehatan. Pihaknya telah menyediakan fasilitas berupa poliklinik lengkap dengan obat-obatannya. “Bila ada tahanan yang sakit, poliklinik siap mengobati. Bahkan untuk darurat, kendaraan ambulan pun tersedia,” tandasnya. (ttm)</p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dadangar.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dadangar.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dadangar.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dadangar.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dadangar.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dadangar.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dadangar.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dadangar.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dadangar.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dadangar.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dadangar.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dadangar.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dadangar.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dadangar.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=35&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/lapas-ciamis-bebas-hivaids/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc77258af6fe5633b8436397ef19dda?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dadangar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warga Resah Minah Menghilang</title>
		<link>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/warga-resah-minah-menghilang/</link>
		<comments>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/warga-resah-minah-menghilang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 17:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadangar</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA PRIATIM]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadangar.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[TASIK—Pascapenarikan minyak tanah (minah) di Kota Tasikmalaya membuat sebagian warga mulai resah. Mereka belum siap dengan penarikan minah tersebut. Sebab hingga kini, penggantinya gas bersubsidi belum semuanya didapat warga. Akibatnya, banyak warga beralih menggunakan bahan bakar. “Minyak tanah mulai susah. Kompor gas konversi juga belum ada. Untuk sementara, saya pakai kayu bakar saja buat masak. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=31&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://dadangar.files.wordpress.com/2008/12/1-minah.jpg?w=468" alt="1-minah" title="1-minah"   class="alignleft size-full wp-image-32" />TASIK—Pascapenarikan minyak tanah (minah) di Kota Tasikmalaya membuat sebagian warga mulai resah. Mereka belum siap dengan penarikan minah tersebut. Sebab hingga kini, penggantinya gas bersubsidi belum semuanya didapat warga. Akibatnya, banyak warga beralih menggunakan bahan bakar.<br />
“Minyak tanah mulai susah. Kompor gas konversi juga belum ada. Untuk sementara, saya pakai kayu bakar saja buat masak. Beli satu gerobak kayu bakar seharga Rp10 ribu. Biasanya seminggu kayu bakar habis,” ungkap Lani, salah seorang warga Sambongjaya Kecamatan Mangkubumi kepada kepada Radar.<span id="more-31"></span></p>
<p>Kegelisahan juga dirasakan Eka, penjual minah eceran di Sambongjaya. Dia mengaku sudah sejak seminggu tidak mendapatkan pasokan minah. Padahal biasanya, minah dikirim dari agen 3 kali dalam seminggu. Namun sudah seminggu, tidak ada pengiriman. Sehingga Eka terpaksa berkeliling mencari minah ke tempat lain. Namun hasilnya tetap nihil.<br />
“Kasihan pelanggan ada yang sudah satu mingg menyimpan jerigen di sini (warung Eka, red). Tapi minyak tanahnya juga tidak ada,” keluh Eka.<br />
Selain langka, jika pun ada, harga minah merangkak naik. Menurut Eka, para pengecer menyesuaikan harga minah dari pembelian di pasar. Sebab harga di pasar saja sudah Rp3 ribu per liter, sehingga para pengecer menjualnya Rp3.300 per liter. Bahkan ada pengecer yang menjual minah hingga Rp5.000 per liter.<br />
“Kalau terus-terusan begini, saya juga bingung. Mau makan apa. Karena penghasilan saya hanya dari jual minyak tanah,” ujarnya.<br />
Pengecer lain pasar Cikurubuk pun mengaku pasokan minah mulai berkurang. Meskipun ada, langsung diserbu pembeli. Seperti yang terjadi di kios minah milik Ate. Menurut salah seorang pegawai yang enggan namanya dikorankan menjelaskan saat tiba, minah diserbu pembeli, sehingga sekali pengiriman langsung habis.<br />
“Mungkin Senin (15/12) baru ada kiriman lagi. Tadi (kemarin, red) juga ada sekitar 10 drum, tapi langsung habis (dibeli, red),” ungkapnya.<br />
Sementara di pengecer Gaos di persimpangan Pasar Cikurubuk, antrean jerigan mulai terlihat. Puluhan jerigen sudah menumpuk sejak pagi. “Jerigen ini, yang tidak kebagian pagi (kemarin, red). Tadi pagi memang minyak tanah ada, cuma langsung habis. Masyarakat kan banyak yang sudah menunggu,” terang Gaos. “Saya suda habis 1075 liter. Namun tetap kurang,” tambahnya.<br />
Gaos mengaku menjual minah seharga Rp3.200 per liter. Sebelumnya menjual Rp3.000 hingga Rp2.800 per liter. Ia mengaku tidak tahu penyebab kenaikan harga . Sebab ia tidak mengambil dari agen, tetapi dari pengecer lagi. Menurutnya, pada penarikan tahap pertama Kamis lalu(11/12) , ia tidak kebagian jatah minah.<br />
Secara terpisah, Kadisperindag Kota Tasikmalaya Tantan Rustandi saat menghubungi Radar kemarin meminta agar masyarakat tidak panic buying (membeli secara berlebihan). Pasalnya, menurut Tantan, pihak Pertamina menangguhkan penarikan pasokan minah, hingga konversi betul-betul selesai.<br />
“Soal penarikan minyak tanah oleh Pertamina, saya belum dapat surat pemberitahuannya. Tapi ketika saya konfirmasi, Pertmina menyatakan penarikan ditangguhkan. Sehingga surat yang akan dikirim ke Disperindag pun tidak jadi dikirim,” kata Tantan.<br />
Alasan penangguhan minah, lanjut Tantang, Pertamina khawatir muncul para spekulan yang menimbun minah.<br />
“Karena mereka (spekulan, red) tahu nanti minyak tanah mahal. Kemudian ditimbun itu. Sehingga Pertamina pun menagguhkan proses penarikan,” kata Tantan. (tin/sep)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dadangar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dadangar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dadangar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dadangar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dadangar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dadangar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dadangar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dadangar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dadangar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dadangar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dadangar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dadangar.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dadangar.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dadangar.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=31&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/warga-resah-minah-menghilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc77258af6fe5633b8436397ef19dda?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dadangar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dadangar.files.wordpress.com/2008/12/1-minah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1-minah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dicaci Maki Pejabat</title>
		<link>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/dicaci-maki-pejabat/</link>
		<comments>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/dicaci-maki-pejabat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 11:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadangar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadangar.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[KISAH ini sudah terjadi setahun lalu. Namun masih melekat dalam ingatanku. Sampai sekarang pun pejabat yang mencaci maki itu masih ingat kejadian itu. Tapi sekarang pejabat tersebut sudah pensiun. Ceritanya sebenarnya soal berita. Berita yang bikin kuping panas pejabat tersebut. Orang menganggap menulis berita  dimarahi narasumber hal biasa. Tapi yang ini cukup tidak mengenakan. Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=27&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">KISAH ini sudah terjadi setahun lalu. Namun masih melekat dalam ingatanku. Sampai sekarang pun pejabat yang mencaci maki itu masih ingat kejadian itu. Tapi sekarang pejabat tersebut sudah pensiun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ceritanya sebenarnya soal berita. Berita yang bikin kuping panas pejabat tersebut. Orang menganggap menulis berita  dimarahi narasumber hal biasa. Tapi yang ini cukup tidak mengenakan. Karena sudah melecehkan profesi sekaligus harga diri.</p>
<p><span id="more-27"></span></p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ceritanya berawal saat aku menulis di harian Radar Tasikmalaya Edisi Kamis 20 September 2007. Dalam harian itu aku menulis dengan judul Headline halaman Ciamis <strong>Mobil Sekda Dikritik</strong>. Berita Selengkapnya sebagai berikut:</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:16pt;">Mobil Dinas Sekda dikritik</span></strong></p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;">Karena Terlalu Mewah</span></p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;"><strong>CIAMIS </strong>– Setelah para camat dan Asisten Daerah Setda Ciamis mendapat jatah mobil dinas baru, kali ini giliran mobil dinas Sekda Ciamis diganti dnegan yang baru dari kijang Inova diganti dengan jenis Honda New CRV keluaran terbaru. Namun pembelian mobil baru tersebut menuai kritik dari kalangan DPRD Ciamis. Pasalnya dalam APBD tahun 2007, pembelian mobil jenis itu tidak dicantumkan. Pada mata anggaran setda hanya dicantumkan belanja untuk kendaraan dinas.l</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">“Dalam mata anggaran itu tidak disebutkan satu persatu, hanya ada pembelian mobil dinas,”ujar<span> </span>Ketua Fraksi Galuh DPRD Ciamis Ahmad Irfan Alawy kepada Radar kemarin</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">Ia mengatakan, seandainya dalam anggaran tersebut dicantumkan, panitia anggaran akan mempertanyannya, terutama mempermasalahkan nilai mobil tersebut. Sebab masih banyak prioritas pembangunan ketimbang membeli mobil dinas itu.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">“Kami merasa “dibokong” tahu-tahu sudah membeli mobil dinas baru yang ukurannya<span> </span>mewah untuk setingkat jabatan sekda,”ujarnya.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">Asep lalu membandingkan dengan kendaraan dinas di beberapa kota seperti Banjar dan Tasikmalaya.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">“Walikota Banjar saja kendatan dinasnya grand vitara, mobil itu sebenarnya lebih mahal dengan mobil dinas bupati,” ujarnya.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">Ditempat yang sama ketua komisi IV DPRD CIamis Hendra Marcusi mengatakan, pembelian mobil baru itu menyakiti hati rakyat. Pasalnya</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;">ditengah-tengah tenaga kontrak dan ribuan guru sukwan menghendaki pengangkatan CPNS, sekda malah menghamburkan anggaran untuk membeli mobil mewah.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Kalau mobil itu harganya Rp300 juta, cukup untuk menambah nilai gaji bidan PTT yang kemarin mengadukan nasib kepada kami,” ujarnya. (dar)</span></p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Latar belakang munculnya berita ini, sebenatrnya berawal dari Herry Dermawan ketua PAN yang juga pengusaha ayam Ciamis. Politikus dan juga pengusaha ini memang sangat dekat dengan kalangan wartawan Ciamis, sehingga ia menobatkan diri sebagai Pembina wartawan. Entahlah yang jelas gelar itu tidak diberikan oleh lembaga pers atau wartawannya sendiri yang mau dibina. Kata Handoko dari PR mah itu mah pengklaiman saja Nggak tahu lah.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Siang itu Rabu 19 September 2007 , hari ke enam Ramadhan 1428 H. Siang hari, biasanya saat itu kami wartawan CIamis biasa ditraktir makan. Yang ntarktirnya ya pak Herri atau pak Engkon (hari Jumat).<br />
Karena bulan puasa, kegiatan makan siang itu diganti dengan kongkow-kongkow di fraksi galuh (tempat biasa mangkal wartawan beneran). Acaranya<span> </span>ngomong soal berita, sekaligus wawancara isu actual yang berkembanga di Ciamis. Karena waktu itu kering berita, walaupun wartawan lain dari Pikiran Rakyat, Priangan dan Tribun Jabar sedang alot wawancara dengan M taupik, wakil ketua DPRD Ciamis yang juga mantan napi LP Ciamis karena<span> </span>kasus dugaan korupsi PP 110.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Herry,<span> </span>Hendar Marcusi (PAN)<span> </span>Asep “Gembrot”<span> </span>Irfan terlibat melontarkan opini, mereka ditanggap oleh wartawan soal pemangkiran anggota DPRD pada sidang paripurna.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Usai negbahas masalah itu, tiba-tiba Asep Irfan nyeletuk, bahwa di Dinas Keuangan Ciamis ada mobil Honda New CRV nopol Z9T terparkir. Mobil anyar berflat merah itu mengundang perhatian anggota DPRD. Asep lalu mengecek ke bagian keuangan,</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setelah dicek ternyata mobil itu diperuntukan bagi Sekda Ciamis Pak Obuy Sobur Dwiono. Anenhnya lagi kata Asep Irfan Alawy pembelian CRV itu tidak sepengetahuan dewan. Tidak ada dalam mata anggaran, yang ada adalah pembelian mobdin camat.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Herry yang saat itu menjadi pendengar setia, menimpali, tulis ini berita menarik. Keterlaluan ketua DPRD saja mobilnya masih yang lama, <span> </span>harganya bahkan lebih mahal ketimbang mobil bupati Toyota Spot Rider. Harganya sekitar 300 juta. “Pokoknya kamu harus nulis berita itu. Perintah itu ditujukan kepada aku dan Andri wartawan dari Tribun Jabar. Tapi aku nggak mau begitu saja percaya, aku harus memperoleh data akurat harus ngambil dulu gambarnya. Bahkan saya berkali-kali menanyakan kepada Asep kebenarannya. “Iya dalam anggaran tidak dicantumkan, masa saya bohong z 9 T itu untuk Sekda. Lalu Herry menimpali. Tulis awas tak bunuh kamu kalau tidak nulis,”ujarnya dengan nada bercanda.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lontaran itu memang bercanda, aku tak menganggapnya sebagai pernyataan serius. Karena memang pak Herry itu suka bercanda.Lagipula beritu layak (news value) berita. Apalagi , karena ssebagai pejabat disaat kondisi yang serba sulit ini tak pantas membeli mobil baru. “Sangat melukai perasaan rakyat,”ujar Hendra marcucus.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hendra mengatakan, pembelian mobil itu sangat melukai para bidan yan gajinya dibawah lima ratus ribu anggaran utnuk membeli mobil itu sebaiknya dibayar untuk menambah gaji bidan. “<em>Rada pati karunya ka bidan anu datang ka dewan mengadukan nasibnya,&#8221;</em> gererntes atiku.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setelah &#8220;dikompori dan memang masalah ini layak berita, aku ngabius menuju kantor Dinas Keuangan di kawasan Kertasari. Ciamis Sesampainya di depan kantor itu, akau tak melihat New CRV baru itu. Masiih mengkilap dan diparkir di belakang, ternyata benar mobil bari\u itu masih mengkilap dan joknya masih terbungkus plastic. Warnanya Silver, tongkrongannya mewah. Tak menunggu lama aku ngeluarkan kamera kecil yang butut, tiga kali dijepret tapi. Dan jadilah potret si New CRV itu.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;border:medium medium 3pt none none dotted 0 0 windowtext;padding:0 0 31pt;">
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;padding:0;">Setelah itu aku menuju gedung dewan lagi, karena bang andri menelopon bahwa note book Radar ketinggalan Di dewan Herry Dermawan Cs masih stand by dan dia. Tanya mana mobil itu, aku menyodorkan kamera, lantas ia nyerocos bahwa mobil itu lebih mahal ketimbang mobil bupati. Rupanya ia a sangat antusiasmenyoroti masalah tersebut. Namun ia tak mau menjadi nara sumber</p>
</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesampainya di rumah akau ketik  ngetiknya setelah buka puasa, sebelumnya aku berusaha menghubungi pak sekda untuk konfirmasi. Namun hpnya tidak akif karena aku hanya punya nomor lama. Lalu aku ditelepon Ebo Hendra dan meminta memberitakan kebaikan Sekda Subur serta dukungan beberapa tokoh untuk perpanjangan jabatannya. Aku pun tak menanggapinya karena memang aku tidak ketemu dengan tokoh itu dan waktunya sudah hgampir <em>deadline</em>, aku pun mengatakan akan menulis masaah mobil sekda dan meminta untuk dihubungkan kepada Pak Obuy untuk konfirmasi. Sekitar 30 menit kemudian ia ngsms. Bahwa Sekda sedang diluar kota. <span> </span>Dan berjanji akan ketemu. Namun hingga pukul 21.30 WIB tidak ada jawaban.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akhirnya berita itu jadi dengan nara sumber Hendra Marcucusi dan Asep Irfan.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Esoknya berita tersebut menjadi deadline halaman Ciamis dengan dilengkapi foto. Menjelang siang belum ada reaksi dari pembaca. Bahkan aku santai saja dirumah. Sorenya sekitar pukul 15.00 WIBditelepon Endang Sutresna Drs, kabag Humas Ciamis Di ujung telepon ia basa-basa bahwa berita tersebut bagus tapi bapak sekda mau konfirmasi atau mau memberiakan hak jawab.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karena waktunya sudah sore saya mengatakan, konfirmasinya dari pak Endang saja itu sama sebagai kabag Humas. Tapi ia tetap menyuruh saya konfirmasi Sekda atau pak Hesli di dinas keuangan yang tahu menahu pembelian mobil dinas itu.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akhirnya aku mendatangi kantor Setda Ciamis, saat itu PNS dilingkungan Setda sedang apel pulang karena waktu sudah sore. Di ruang lobi Sekda aku menemui Dian ajudan. Dan kukemukakan bahwa akan konfirmasi. Beberapa menit kemudian dari ruangan Sekda muncul Endang Sutresna. Rupanya ia sedang terlibat pembicaraan.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diantar Endang aku masuk ruangan Sekda. Beberapa menit aku menunggu, karena Sekda sedang berada di pojok ruangan.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mukanya agak merah, beberepa menit diam. Tatapannya tajam. Aku agak keder juga, untuk mencairkan suasana aku membuka pembicaraan. “Pak saya mau konfirmasi,”</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Konfirmasi apa” sudahlah “Kamu itu membunuh karakter saya, sudah beberapa kali berita kamu menyudutkan mau apa sih sebenarnya. Lantas ia ngacaprak. Soal pemberitaan radar dari mulai pemberitaan soal dia yang dikritik sejumlah elemen Ciamis. Memang sejak awal jabatannya Sekda Obuy dikritk habis-habisan oleh masyarakat. Karena dia dicurigai terlibat persekongkolan korupsi ketika Bupati Oma Sasmita menjabat. Obuy yang bukan asli orang Ciamis ini dianggap tahu persis dan tidak bisa dilepaskan dengan kaus—kasus korupsi yang terjadi di Tatar Galuh.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Pokoknya kamu itu membunuh karakter saya, kini aku  tahu bahwa kamu termasuk musuh saya,” ujarnya dengan nada tinggi. Mukanya merah padam. Nafasnya tersenggal-senggal.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekda tampak marah terlihat dari raut mukanya. Lantas ia menyudutkan. Menasehati dan menuding saya dibalik persekongkolan <span> </span>Kemarahannya mencapai punaknya. “Jaman ayeuna mah jalma dibere Rokok sabungkus bisa maehan jalma,”. Perkataan itu bernada ancaman. Tapi aku tak gentar. Toh tak semudah itu melenyapkan nyawa sesorang. Jika pun terjadi aku akan dianggap pahlawan.</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perkataan yang menyakitkan lainnya, adalah saat Obuy melecehkan profesiku. Ia menganggapku kurang profesional. Pengalaman pahit yang tak pernah kulupakan.***</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<div style="text-align:justify;"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p><!--more--><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dadangar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dadangar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dadangar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dadangar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dadangar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dadangar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dadangar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dadangar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dadangar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dadangar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dadangar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dadangar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dadangar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dadangar.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=27&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/12/dicaci-maki-pejabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc77258af6fe5633b8436397ef19dda?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dadangar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Leo Batubara dan Kebebasan Pers</title>
		<link>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/11/leo-batubara-dan-kebebasan-pers/</link>
		<comments>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/11/leo-batubara-dan-kebebasan-pers/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 17:42:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadangar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadangar.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Saya  berkesempatan ngobrol dengan  Wakil Ketua Dewan Pers, Leo Batubara di sela-sela workshop privatissi BUMN yang digelar Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) di hotel Bidakara Jalan Gatot Subroto, Jakarta 30 November 2008. Bang Leo meski usianya sudah tak muda lagi tapi masih tetap bersemangat berbicara pers dan perkembangannya. Lelaki asal Sumatera ini begitu geram ketika melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=20&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-23" title="foto0182" src="http://dadangar.files.wordpress.com/2008/12/foto0182.jpg?w=468" alt="foto0182"   />Saya  berkesempatan ngobrol dengan  Wakil Ketua Dewan Pers, Leo Batubara di sela-sela workshop privatissi BUMN yang digelar Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) di hotel Bidakara Jalan Gatot Subroto, Jakarta 30 November 2008.<br />
Bang Leo meski usianya sudah tak muda lagi tapi masih tetap bersemangat berbicara pers dan perkembangannya. Lelaki asal Sumatera ini begitu geram ketika melihat penindasan terhadap wartawan. Dia gundah saat mendapat laporan bahwa salah seorang wartawan di Papua diintimidasi polisi gara-gara meliput pengibaran bendera Bintang Kejora. Dia juga sangat marah melihat maraknya wartawan bodrex yang memeras pejabat. Bang Leo juga prihatin dengan tayangan televisi yang kurang bermutu.<br />
Dia mengatakan bahwa polisi dapat mempidanakan pers bila membuat berita yang bersifat pemerasan, menghina agama atau pornografi tapi kalau hanya sekedar mencemarkan nama baik polisi harus memakai UU Pers bukan KUHP. Selanjutnya bila berita atau karya jurnalistik dinilai merugikan, dapat dilakukan melalui hak jawab.<br />
Bila medianya menolak melayani hak jawab, dipidana paling banyak Rp500 juta dan berita yang mencemarkan nama baik seperti berita yang tidak menghormati asas praduga tidak bersalah, dapat dipidana denda paling banyak Rp500 juta<br />
Menurut Leo, wartawan tidak dapat dipidanakan begitu saja dengan menggunakan undang-undang pidana. Bila penegak hukum terus-terusan mengesampingkan UU Pers dan meng-KUHP-kan berita karya jurnalistik untuk kepentingan umum, itu dapat melumpuhkan dan membunuh fungsi kontrol pers,&#8221; tegasnya.<br />
Dan masih banyak lagi, ya memang jerat untuk pers sekarang makin memberatkan saja. Menjalani profesi wartawan harus siap menantang resiko itu. Satu sisi kesejahteraan wartawan terus menjadi perdebatan sisi lain &#8220;musuh&#8221; wartawan makin bertambah. Dilematis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dadangar.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dadangar.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dadangar.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dadangar.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dadangar.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dadangar.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dadangar.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dadangar.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dadangar.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dadangar.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dadangar.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dadangar.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dadangar.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dadangar.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=20&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadangar.wordpress.com/2008/12/11/leo-batubara-dan-kebebasan-pers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc77258af6fe5633b8436397ef19dda?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dadangar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dadangar.files.wordpress.com/2008/12/foto0182.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto0182</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GUS DUR</title>
		<link>http://dadangar.wordpress.com/2008/11/18/gus-dur/</link>
		<comments>http://dadangar.wordpress.com/2008/11/18/gus-dur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 16:50:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadangar</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadangar.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya dapatkan di sebuah blog. Ditulis oleh Dahlan Iskan, big bosnya Jawa Pos Group. Karena bagus, saya posting di blog ini. Mungkin tulisan ini sudah lama, tapi tetap menarik dicermati. Mari tertawa disaat keadaan serba sulit. Mumpung masih gratis… Guyonan itu, rupanya, tidak berlebihan. Meski sudah banyak yang meramalkan bahwa penampilan Gus Dur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=14&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal">Artikel ini saya dapatkan di sebuah blog. Ditulis oleh Dahlan Iskan, big bosnya Jawa Pos Group. Karena bagus, saya posting di blog ini. Mungkin tulisan ini sudah lama, tapi tetap menarik dicermati. Mari tertawa disaat keadaan serba sulit. Mumpung masih gratis…</p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://dadangar.files.wordpress.com/2008/11/1211.jpg"><img class="size-full wp-image-17 aligncenter" title="1211" src="http://dadangar.files.wordpress.com/2008/11/1211.jpg?w=468" alt="1211"   /></a></p>
<p class="MsoNormal">Guyonan itu, rupanya, tidak berlebihan. Meski sudah banyak yang meramalkan bahwa penampilan Gus Dur di depan DPR beberapa tahun lalu bakal ramai, toh tidak ada yang menyangka bahwa sampai seramai itu.</p>
<p class="MsoNormal">Kalau bukan kiai, mana berani menjadikan pidato Ketua DPR Akbar Tandjung sebagai sasaran humor? Akbar sejak dulu memang selalu memulai pidato dengan memanjatkan syukur. Maka, Gus Dur pun melucu, yang membuat semua anggota DPR tertawa: syukur memang perludipanjatkan karena Syukur tidak bisa memanjat</p>
<p class="MsoNormal">Begitu menariknya, karuan saja pidato presiden kini banyak ditunggu penonton televisi. Padahal, dulu-dulu kalau presiden pidato di TV banyak yang mematikan TV-nya. Begitu tidak menariknya pidato presiden di masa Orde Baru sampai-sampai pernah para anggota DPRD diwajibkan mendengarkannya. Itu pun harus diawasi agar mereka sungguh-sungguh seperti mendengarkan. Untuk itu, perlu diadakan sidang pleno DPRD dengan acara khusus nonton televisi.***</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin Gus Dur tidak menyangka bahwa suatu saat dirinya jadi presiden. Maka, di masa lalu banyak sekali presiden di dunia ini yang jadi sasaran humornya. Misalnya saat tampil bersama humorolog Jaya Suprana di TPI tahun lalu. Gus Dur menceritakan, Hosni Mubarak, presiden Mesir, sangat marah karena seorang rakyatnya membuat 39 humor yang menyakitkan hati Mubarak.</p>
<p class="MsoNormal">“Saya ini presiden, saya bisa hukum kamu, apakah kamu tidak takut?” bentak Mubarak. Apa jawab si pembuat humor? “Mohon ampun paduka. Humor ke-40 itu bukan kami yang membuat!”</p>
<p class="MsoNormal">Saat itu Gus Dur juga menghumorkan Pak Harto yang sangat ditakuti, tapi sebenarnya juga dibenci rakyat banyak. Suatu kali Pak Harto terhanyut di sungai dan hampir meninggal. Seorang petani menolongnya dengan ikhlas. Si petani tidak tahu siapa sebenarnya yang dia tolong itu.</p>
<p class="MsoNormal">“Saya ini presiden. Presiden Soeharto. Kamu telah menyelamatkan saya. Imbalan apa yang kamu minta?” kata Soeharto. “Pak, saya hanya minta satu,” jawab si petani. “Jangan beri tahu siapa pun bahwa saya yang menolong Bapak.” Presiden</p>
<p class="MsoNormal">Habibie yang doyan bicara itu juga dijadikan sasaran humor Gus Dur. Suatu saat Gus Dur yang terkenal gampang tertidur (tapi selalu bisa mengikuti apa yang dibicarakan orang selama dia tidur) menghadap Habibie. Sang presiden bicara ke sana kemari tidak henti-hentinya. Apa komentar Gus Dur?</p>
<p class="MsoNormal">“Saya sih cuek saja. Biar dia bicara terus. Toh saya tidur,” katanya.***</p>
<p class="MsoNormal">Sikap cuek memang ciri khas Gus Dur. Namun bukan berarti mengabaikan. Dia memang ngotot tetap keliling negara-negara ASEAN meski banyak tokoh memintanya pulang (karena Aceh gawat). Bahkan, dia juga tetap ke AS dan Jepang. Dan, sebentar lagi ke negara-negara Timur Tengah.</p>
<p class="MsoNormal">Apakah Gus Dur cuek sungguhan? Saya kira tidak. Gus Dur tentu tahu bahwa salah satu syarat berdirinya sebuah negara adalah adanya pengakuan negara lain. Sepanjang tidak ada negara lain yang mengakui, maka berdirinya sebuah negara dianggap tidak sah.</p>
<p class="MsoNormal">Nah, Gus Dur bisa sekalian keliling ke negara-negara itu untuk merayu mereka agar jangan memberikan pengakuan dulu kepada Aceh atau bagian mana pun dari Indonesia. Kalau seluruh negara ASEAN tidak memberikan pengakuan, kalau AS dan Jepang tidak memberikan pengakuan, kalau negara-negara Timteng bersikap sama dan demikian juga negara-negara lain, maka kemerdekaan Aceh belum akan terjadi.</p>
<p class="MsoNormal">Ini berarti Gus Dur masih punya waktu untuk negosiasi dengan Aceh. Selama kurun waktu yang pendek itu, Gus Dur bisa menuntaskan seluruh persoalan yang selama ini menyebabkan rakyat Aceh marah. Ini berbeda dengan soal Timtim yang memang tidak diakui dunia internasional sebagai bagian Indonesia.***</p>
<p class="MsoNormal">Gus Dur memang kelihatan cuek, namun sebenarnya serius. Gus Dur juga kelihatan sering mbanyol, namun juga serius. Sikap cuek itu bukan saja tertuju kepada orang lain, tetapi juga kepada dirinya sendiri.</p>
<p class="MsoNormal">Suatu saat saya menjenguk Gus Dur yang diopname karena stroke di RSCM Jakarta. Saat itu saya memang presiden direktur PT Nusumma dan Gus Dur presiden komisarisnya. Saya lihat Gus Dur berbaring miring karena memang belum boleh duduk. Setelah menyalaminya, saya mengucapkan permintaan maaf karena baru hari itu bisa menjenguk. “Saya sakit gigi berat, Gus,” ujar saya.</p>
<p class="MsoNormal">Tanpa saya duga, Gus Dur ternyata men-cuekin keadaan kesehatannya. Dia langsung memberi saya teka-teki yang ternyata humor segar. “Sampeyan tahu nggak, apa yang menyebabkan sakit gigi?” tanyanya.</p>
<p class="MsoNormal">“Tidak, Gus,” jawab saya.</p>
<p class="MsoNormal">“Penyebab sakit gigi itu sama dengan penyebab orang hamil dan sama juga dengan penyebab mengapa rumput sempat tumbuh tinggi,” katanya. Saya masih melongo.</p>
<p class="MsoNormal">Gus Dur menjawab sendiri teka-tekinya. “Yaitu sama-sama terlambat dicabut,” ujarnya. Saya langsung tertawa. ***</p>
<p class="MsoNormal">Di saat yang lain pesawat yang akan ditumpangi Gus Dur ke Semarang batal berangkat. Padahal, dia sudah lama menunggu. Gus Dur biasa sekali antre tiket sendiri. Meski ada hambatan pada penglihatan, Gus Dur sudah sangat hafal liku-liku bandara. Saking seringnya bepergian.</p>
<p class="MsoNormal">Saat itu di Jateng lagi getol-getolnya kuningisasi. Apa saja, mulai bangunan sampai pohon-pohon, dicat kuning atas instruksi Gubernur Jateng Suwardi. Maksudnya agar rakyat semakin mencintai Golkar. Maka, ketika para penumpang lain marah-marah, Gus Dur cuek saja.</p>
<p class="MsoNormal">”Sampeyan tahu nggak mengapa pesawat ini batal berangkat ke Semarang?”tanyanya.</p>
<p class="MsoNormal">Lalu, dia menjawab sendiri pertanyaannya: “Pilotnya takut, kalau-kalau begitu pesawatnya mendarat langsung dicat kuning,” katanya. Humor ini kemudian menjadi sangat populer. ***</p>
<p class="MsoNormal">Begitulah. Hampir tidak pernah pertemuan saya dengan Gus Dur tanpa diselipi humor. Sasaran humornya bisa dirinya sendiri, bisa NU yang dia pimpin, bisa juga para kiai sendiri.</p>
<p class="MsoNormal">Pernah Gus Dur punya humor begini: seorang kiai datang mengeluh kepadanya karena satu di antara empat anaknya masuk Kristen. Sang kiai mengeluh,kurang berbuat apa sampai terjadi demikian. Padahal, dia tidakkurang-kurangnya berdoa kepada Tuhan agar tidak ada anaknya yang masuk Kristen. “Sampeyan jangan mengeluh kepada Tuhan. Nanti Tuhan akan bilang, saya saja punya anak satu-satunya masuk Kristen!” ***</p>
<p class="MsoNormal">Kita memang sedang melihat sosok presiden yang amat berbeda. Ketika dia salah ucap di depan DPR dengan mengatakan “tentang pembubaran DPR … eh, Deppen dan Depsos…” dengan entengnya Gus Dur menertawakan dirinya sendiri sebagai penutup kesalahan ucap itu.</p>
<p class="MsoNormal">“Yah, beginilah kalau presidennya batuk dan Wapresnya flu!” Sama juga ketika dia tampil di forum internasional di Bali. Dengan entengnya, Gus Dur mengejek dirinya sendiri dengan bahasa Inggris yang sangat baik bagaimana sebuah negara yang presidennya buta dan wapresnya bisu. ***</p>
<p class="MsoNormal">Dari semua tokoh yang berkomentar terhadap laku Gus Dur seperti itu, adik kandungnyalah yang bisa memberikan gambaran tepat. “Gus Dur itu seperti sopir yang kalau belok tidak memberi <em>richting </em>dan kalau ngerem selalu mendadak,” ujar Salahuddin Wahid, sang adik.</p>
<p class="MsoNormal">Tapi, bisakah Gus Dur mengerem Aceh? Gus Dur tentu sudah mendengar Aceh itu ibarat kelapa. Seperti yang disampaikan seorang tokoh Aceh di TV. Rakyat adalah airnya, ulama adalah dagingnya, mahasiswa adalah batoknya, dan GAM adalah sabutnya. Tokoh tersebut berpendapat ulamalah yang harus dijaga.</p>
<p class="MsoNormal">Sebagai ulama, tentu Gus Dur lebih tahu bagaimana caranya. Gus Dur punya humor bagaimana harus merangkul ulama. Suatu saat rombongan ulama naik bus. Ada seorang ulama yang membuka jendela sehingga tangan si ulama keluar dari bus. Ini tentu bahaya dan melanggar peraturan “dilarang mengeluarkan anggota badan”.</p>
<p class="MsoNormal">“Jangan sekali-kali menegurnya dengan alasan membahayakan tangan si ulama,” ujar Gus Dur. Lalu bagaimana? “Bilang saja begini: Mohon tangan Bapak jangan keluar dari jendela karena tiang-tiang listriknya nanti bisa bengkok!”. ***</p>
<p class="MsoNormal">Lalu, bagaimana sebaiknya sikap DPR setelah dijadikan sasaran humor Gus Dur sebagai taman kanak-kanak itu? Sebaiknya dicuekin saja. Kalau DPR ribut terus bisa-bisa Gus Dur malah dapat bahan humor baru. Misalnya dengan mengatakan bahwa DPR ternyata malah seperti play group!</p>
<p class="MsoNormal">Bahkan, tidak mustahil kalau Gus Dur justru berkata begini: Kok sampeyan yang tersinggung. Mestinya kan taman kanak-kanaknya!</p>
<p class="MsoNormal"><em>*Judul dari saya sendiri</em></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dadangar.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dadangar.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dadangar.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dadangar.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dadangar.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dadangar.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dadangar.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dadangar.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dadangar.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dadangar.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dadangar.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dadangar.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dadangar.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dadangar.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=14&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadangar.wordpress.com/2008/11/18/gus-dur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc77258af6fe5633b8436397ef19dda?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dadangar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dadangar.files.wordpress.com/2008/11/1211.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1211</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngeblog di WordPress</title>
		<link>http://dadangar.wordpress.com/2008/11/17/ngeblog-di-wordpress/</link>
		<comments>http://dadangar.wordpress.com/2008/11/17/ngeblog-di-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 21:50:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadangar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadangar.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya perkenalanku dengan wordpress sudah lama. Pernah tiga kali bikin blog tapi paswordnya lupa. Biasanya aku biasa posting  di www.jurnalistulen.multiply.com. Tapi melihat perkembangan wordpres ternyata lebih mudah dan banyak penggemarnya. Setelah baca sana-sini  keinginan ku untuk memiliki blog di wordpress akhirnya jadi juga. Jadi blog ini tentang apa. Mungkin lebih cocok disebut sebagai tong sampah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=4&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya perkenalanku dengan wordpress sudah lama. Pernah tiga kali bikin blog tapi paswordnya lupa. Biasanya aku biasa posting  di <a title="Dadang A.R" href="http://www.jurnalistulen.multiply.com" target="_self">www.jurnalistulen.multiply.com. </a>Tapi melihat perkembangan wordpres ternyata lebih mudah dan banyak penggemarnya. Setelah baca sana-sini  keinginan ku untuk memiliki blog di wordpress akhirnya jadi juga.</p>
<p>Jadi blog ini tentang apa. Mungkin lebih cocok disebut sebagai tong sampah. Tempat saya mencurahkan unek-unek, pikiran dan cerita. Ada juga catatan peristiwa yang terjadi di Priangan Timur yang dimuat Harian Radar Tasikmalaya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dadangar.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dadangar.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dadangar.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dadangar.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dadangar.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dadangar.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dadangar.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dadangar.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dadangar.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dadangar.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dadangar.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dadangar.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dadangar.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dadangar.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dadangar.wordpress.com&amp;blog=5552797&amp;post=4&amp;subd=dadangar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadangar.wordpress.com/2008/11/17/ngeblog-di-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc77258af6fe5633b8436397ef19dda?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dadangar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
